Menyusuri keindahan kota Leiden di Belanda
Merupakan kota terfavorit ke dua di Belanda setelah Amsterdam. Bahkan secara bentuk geografi, kota ini sangat mirip dengan kota Amsterdam. Dari mulai bentuk gedung, sampai dengan keberadaan kanal air yang indah berukuran besar benar benar mirip dengan kota Amsterdam. Hanya saja untuk urusan biaya dan harga-harga di kota ini cenderung lebih murah dan lebih ramah kantong.
Berjalan menyusuri Leiden dari stasiun Leiden Centraal, Molen de Put menjadi salah satu objek yang harus saya datangi. Saya sangat terkesan ketika pertama kali melihatnya. Kincir angin yang sangat klasik yang terletak di tepi kanal dan jembatan yang indah. Saat itu cuaca juga sangat mendukung, cerah dan sejuk sekali. Benar benar momen yang tidak terlupakan.
Setelah melihat keindahan Molen de Put, saya langsung terpana setelah melihat keindahan sungai Rhine yang membelah bangunan-bangunan khas arsitektur Eropa, membuat saya langsung jatuh cinta dengan kota Leiden. Memandangi keindahan kanal-kanal di kota Leiden membuat saya seperti menemukan kedamaian tersendiri. Kanal Leiden telah dimasukkan ke dalam rencana kota sejak abad ketujuh belas. Kanal luar digali untuk melindungi kota. Pusat kota bersejarah dikelilingi oleh parit / kanal sepanjang enam kilometer. Kanal Leiden melintasi kota dan dibatasi oleh dermaga tempat pepohonan tumbuh, untuk berlabuh perahu. Salah satu cara yang menarik untuk melihat-lihat keindahan Kota Leiden adalah dengan tur menggunakan perahu melintasi kanal-kanal yang ada di tengah kota.
Universiteit Leiden
Terletak diantara dua kota penting Belanda, yaitu Amsterdam dan Den Haag, Leiden cukup popular di telinga masyarakat Indonesia karena keterikatannya dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Menyimpan banyak kisah perjuangan bangsa, berikut rangkuman beberapa kepingan sejarah Indonesia yang tersimpan di kota sarat sejarah ini.
Leiden memang terkenal sebagai kota pelajar sehingga menjadi salah satu kota terpenting di provinsi Zuid Holland ( Belanda bagian selatan). Di kota ini ada univeritas yang ternama yaitu Universiteit Leiden merupakan universitas tertua di negeri Belanda dan sudah didirikan pada tahun 1575. Di universitas inilah orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor yaitu Husein Djajadiningrat. Gelar doktor tersebut ia dapatkan dari Fakultas Humaniora. Sepanjang hidupnya, Husein merupakan salah satu intelektual Indonesia yang sangat disegani Belanda, karena kecerdasan yang ia miliki bahkan sebagai penghargaan akan sosoknya, patung Husein kini berdiri di Aula Universitas Leiden.
Tokoh bangsa yang cukup berjasa dalam perjuangan kemerdekaan indonesia, salah satunya adalah Mohammad Hatta yang kita kenal sebagai salah satu bapak proklamator RI awalnya kuliah di Universitas Leiden namun kemudian pindah ke Economische Hogeschool sekarang dikenal dengan Universitas Erasmus di Rotterdam), Sutan Sjahrir (awalnya kuliah di Universitas van Amsterdam kemudian pindah ke Universitas Leiden). Ali Sastromidjojo dan Nazir Pamoentjak juga kuliah hukum di Universitas Leiden.
Museum Volkenkunde dan Ruang Khusus Koleksi Indonesia
Museum ini didirikan pada tahun 1837, benda-benda dari Indonesia menjadi salah satu bagian koleksi museum tersebut sejak tahun 1860.
Barang-barang dari Indonesia yang berada di sana antara lain didapatkan melalui ekspedisi ilmiah, temuan-temuan penduduk pribumi, rampasan perang, serta pertukaran hadiah antara pemerintah Belanda dengan raja-raja di Indonesia pada waktu itu. Benda-benda tersebut tertata dengan rapi.
Diantaranya koleksi beragam peninggalan penting bangsa Indonesia mulai dari arca dewa-dewi dan raja-raja nusantara, benda koleksi istana, perhiasan tradisional hingga beragam kain khas suku-suku di Indonesia yang sudah berusia ratusan tahun.
Hortus Botanicus Leiden
Hortus Botanicus Leiden adalah salah satu kebun raya yang tertua di antara kebun raya lainnya di dunia. Terletak di bagian barat daya Kota Leiden, tepatnya berada di belakang gedung Observatorium Universitas Leiden yang lama.
Terdapat berbagai jenis tanaman di kebun raya yang sudah berdiri sejak akhir abad ke-16 tersebut, mulai dari tanaman tropis hingga sub-tropis, bunga-bunga yang indah, serta pepohonan rindang semakin menjadikan tempat ini pas sekali untuk spot foto di samping fungsinya sebagai wisata edukasi.
Kota Eksentrik
Leiden adalah sebuah kota yang bertaburan 107 puisi tertulis di dinding-dinding gedung di sekitaran kota. Puisi-puisi yang ditulis menggunakan 30 bahasa berbeda dan ditulis dengan abjad aslinya. Proyek ini menjadi prestise bagi masyarakat Leiden yang melahirkan sastrawan terkenal Belanda yang hidup dan sekolah di Universitas Leiden, seperti Piet Paaltjens, J.C. Bloem, Maarten Biesheuvel, Jan Wolkers and Maarten 't Hart. Proyek pembuatan mural puisi ini dikenal dengan Muurgedicthen yang berarti mural puisi. Biaya pembuatan puisi diperoleh dari sumbangan pribadi, perusahaan dan Pemerintah Kota Leiden.
Di antara 107 puisi-puisi tersebut, terdapat 3 puisi mewakili Indonesia.
Puisi pertama adalah karya Chairil Anwar (1922-1949) dengan judul AKU. Puisi ini ditulis pada tanggal 17 Agustus 1995 di sebuah dinding apartemen di jalan Keernstraat 17a untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia. Puisi AKU ini menggambarkan sebuah perlawanan yang ditulis oleh Chairil Anwar di tahun 1945 melawan pendudukan Jepang dan juga Belanda.
Puisi Indonesia kedua adalah Serat Kalatidha atau dikenal Jaman Edan karya penyair legenda Jawa, Raden Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873). Puisi ini ditulis tahun 1997 di jalan Kraaierstraat dengan abjad Hanacaraka.
Puisi ketiga cukup special karena berada di dinding gedung perpustakaan KITLV yang juga menghadap perpustakaan pusat Universitas Leiden di jalan Witte Singel. Puisi tersebut berasal dari Bugis ditulis dengan abjad Lontara. Puisi anonym ini konon dibuat sekitar Abad 19.
Demikianlah sekelumit kisah tentang kota Leiden. Puas rasanya menghabiskan waktu seharian di kota ini. Kota ini kembali membuka perspektif baru tentang bagaimana melihat dunia dari sisi yang berbeda. Bagi yang ingin merasakan suasana khas Belanda, datanglah ke kota Leiden.
Comments
Post a Comment